Thursday, January 24, 2013

Dampak Sertifikasi, Guru Rentan Perselingkuhan

Dampak Sertifikasi, Guru Rentan Perselingkuhan  
TEMPO.CO, Sleman - Salah satu dampak negatif dari sertifikasi guru adalah perselingkuhan. Sebab, dengan dana sertifikasi yang lumayan besar guru sangat rentan terhadap perselingkuhan.

Dengan uang berlebih selain dari gaji itu profesi guru merupakan salah satu yang sangat rentan atas terjadinya perselingkuhan. Baik antar guru maupun dengan yang lainnya. Namun jika yang bersangkutan mempunyai komitmen dan iman yang kuat maka perselingkuhan bisa diatasi.

"Dana sertifikasi guru lumayan tinggi, dari uang gaji yang diterima setiap bulan sebenarnya sudah mencukupi. Ditambah lagi dengan dana yang besar, guru sangat rentan perselingkuhan," kata Rani Pribadi, Direktur Aksara, lembaga pembela hak-hak perempuan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, 24 Januari 2013.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan dan landasan. Dari pengakuan teman-temannya yang suaminya berprofesi guru, perselingkuhan karena ada uang berlebih terjadi di semua wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Perselingkuhan yang sangat rentan merusak harmoni keluarga disebutkan adalah perselingkuhan yang diimbangi dengan cinta atau yang berkelanjutan. Sehingga sangat mengganggu kehidupan keluarga yang berdampak pada istri/suami, bahkan anak-anak.

Namun, jika perselingkuhan karena suami membayar pekerja seks komersial tidak banyak dampaknya ke keluarga (kalau tidak ketahuan). Karena hanya sesaat untuk melampiaskan birahi.

"Perselingkuhan terjadi bukan hanya dari pihak laki-laki, tetapi juga pihak perempuan. Tapi untuk kasus perselingkuhan yang dilakukan guru perempuan sangat jarang," kata Rani.

Jika guru perempuan yang mendapatkan dan sertifikasi, yang jumlahnya puluhan juta setiap tahunnya lebih banyak dimanfaatkan hal yang positif. Meskipun juga banyak yang berperilaku konsumtif, tidak dimanfaatkan ke hal yang negatif menurut ukuran moral.
Memang, kata dia tidak hanya guru yang berselingkuh. Tetapi dari semua profesi, orang zaman sekarang banyak yang berperilaku negatif seperti perselingkuhan. Bahkan pejabat, pengusaha, dan profesi lain tetap rentan perselingkuhan.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2012 tercatat ada 84 kasus perselingkuhan yang dilaporkan. Namun, angka itu diyakini lebih banyak karena banyak yang tidak melapor.

Kasus perselingkuhan ini terjadi di semua lapisan masyarakat. Tidak terkecuali oleh para pejabat. Namun, memang tidak ada angka yang pasti untuk kasus perselingkuhan yang melibatkan pejabat. Sebab, dari perselingkuhan itu, kasusnya banyak yang ditutupi.

Berdasarkan data di Rifka Annisa, women crisis center di Yogyakarta, perselingkuhan mencapai 272 kasus. Kasus ini dihitung sejak 2010. Pada 2010 ada 85 kasus, 2011 ada 83 kasus. Dan hingga November 2012 ada 84 kasus perselingkuhan yang dilaporkan.

"Bahkan ada teman saya yang suaminya guru minta dana sertifikasi dihapuskan, karena suaminya setelah punya uang banyak justru berselingkuh," kata Rani.
Pada Kamis, 23 Januari 2013, para guru di Sleman yang sudah mengikuti uji sertifikasi menerima sertifikat. Sertifikat Pendidik Lulus 2012 di kabupaten itu sebanyak 785 dari 862 pendidik yang ikut.

"Dari 785 orang guru yang lulus sertifikasi, sertifikat pendidik yang telah terbit 780 sertifikat, sedangkan lima orang guru lainnya belum terbit," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Sleman, Arif Haryono.

Bupati Sleman Sri Purnomo menyatakan, guru yang menerima sertifikat berarti juga memperoleh hak untuk mendapatkan peningkatan kesejahteraannya yang jumlahnya tidak sedikit. Besaran peningkatan penghasilan ini sudah diatur oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 dan sudah menjadi ketetapan.

"Namun perlu diingat, bahwa diberikannya tunjangan sertifikasi pendidik adalah untuk meningkatkan kinerja, kapasitas, dan profesionalitas guru," kata dia.

Dengan menerima sertifikat ini, diharapkan agar para guru dapat termotivasi untuk meningkatkan kinerja, disiplin, dedikasi, dan loyalitas untuk kepentingan masa depan bangsa. Simak berita skandal perselingkuhan di sini.
MUH SYAIFULLAH